kita berkhayal kalau tahun 2020 mobil sudah bisa terbang, robot di mana-mana, teknologi semakin canggih, tapi ternyata khayalanannya salah ... Tahun 2020 kita baru di ajarkan bagaimanacara mencuci tangan ...
KISAH MENYENTUH HATI (Mohon dibaca full dan semoga kita bisa mengambil hikmahnya)
----------------------------------------------- Seorang ayah membawa pulang sekilo daging dan setengah kilo hati sapi, dan memberikannya kepada istrinya.
Setelah dibersihkan, istrinya segera memotong-motong hanya daging sapi untuk dimasak gulai, sedangkan hati sapi disimpan dalam kulkas.
Salah seorang anak mereka melihat saat ibunya memasukkan hati sapi tersebut ke dalam kulkas, lalu dia segera membuka kulkas dan menyentuh hati tersebut.
Setelah itu si anak pergi bermain dengan teman-temannya dan baru pulang ke rumah sore hari.
Karena haus maka si anak segera membuka kulkas, dan setelah minum air, dia kembali menyentuh hati sapi tadi.
Perbuatan si anak dilakukan secara berulang-ulang sampai terlihat oleh ibunya dan membuat ibunya heran dan kemudian menegur anaknya itu sehingga akhirnya si anak berhenti menyentuh hati sapi tersebut.
Demikianlah kisah menyentuh hati ini diceritakan kembali.
Usai salat Jumat di masjid Jami' Malang ... saya beranjak hendak pulang. Tapi ketika di parkiran saya menghentikan langkah ketika ada sebuah tas tergolek di dekat kendaraan saya. Dengan hati-hati saya angkat tas itu. Sedikit agak berat. Tapi saya tidak tahu siapa pemilik tas ini.
Rasa penasaran, dengan terpaksa demi untuk mengetahui identitas pemiliknya, saya buka tas itu dan menemukan sebuah amplop besar dari nama sebuah bank. Saya baca di dalamnya juga ada nama dan alamatnya serta tulisan sejumlah uang. 5 tumpukan uang pecahan Rp100 ribu. Saya kaget. Antara bingung dan rasa amanah saya keluar masjid. Uang ini harus dikembalikan ke pemiliknya.
Saya bergegas memacu mobil ke alamat yang ada dibungkusan uang itu. Ketika sampai, saya coba beri salam dan mengetuk pintu pagar rumah. Keluar seorang laki-laki yang sudah berumur berperawakan tinggi, berkulit putih cerah kearab-araban yang menanyakan, “Mau bertemu siapa?
Saya bertanya, "Saya mau bertemu Bapak Haji Salim. Apakah ada?"
"Saya nama yang saudara cari. Ada apa ya?"
"Pak Haji tadi salat di masjid Jami'?" tanya saya.
"Ya. Betul"
"Pak Haji tadi bawa apa ketika salat?"
Laki-laki itu menjawab, "Astagfirullah ... iya ... saya bawa tas cokelat dan dari tadi saya mencari-carinya. Saya lupa di mana menyimpannya." Pandangannya ke arah saya penuh selidik.
Saya kembali ke mobil dan mengeluarkan tas yang tadi diketemukan di masjid. "Tas yang ini bukan Pak?"
"Ya ... yang itu ... Aduh Alhamdulillah terima kasih Nak. Dalam tas ini bapak menyimpan uang dari Bank."
"Maaf demi untuk mencari pemiliknya terpaksa saya melihat isinya, Pak." Saya serahkan tas itu dan minta diri untuk pulang.
Tapi saya ditahan pak Haji Salim, "Tunggu Nak, ada yang ingin bapak sampaikan padamu sebagai rasa terima kasih bapak."
Pak Salim yang berwajah Arab ini lalu memanggil nama seorang wanita. Tidak lama kemudian muncul seorang wanita cantik berhijab tersenyum ramah kepadaku. Masya Allah ... hati ini mulai berdetak kencang.
"Nak ini anak saya, dia belum menikah. Dia janji akan menikah dengan laki-laki yang baik dan jujur seperti kamu."
Saya kaget. Dengan tergagap saya berkata, "Maaf pak, saya sudah beristri. Saya belum bilang apa-apa ke istri saya tentang rencana bapak ini."
Pak Salim tersenyum, dia bertanya dengan sabarnya, "Tenang nak, bapak nanti yang minta izin ke istrimu. Ada nomor HP-nya?"
Saya mengangguk lalu memberikan nomor HP. Pak Haji Salim mencatat nomor HP saya dan langsung menelepon ke istri saya.
Tubuh saya tiba-tiba gemetar saking gemetarnya sampai seperti diguncang-guncang apalagi saat telepon diberikan kepada saya katanya istri saya mau bicara, lalu terdengarlah suara istri saya sambil menggoyang-goyang tubuh saya ...
Pak, bangun pak ... Tolong angkat Gallon Aqua ...!
Pesan moral:
Jangan terlalu mikirin mau kawin lagi! 😅😅🤭🤭 jangan lupa ngopi ☕☕👍👍
Ketika AL Cina mulai memasuki perairan Natuna, Presiden Jokowi memanggil para menteri terkait untuk membahas masalah ini di istana negara, tetapi sampai tengah malam tidak ada solusi yang bagus dari para menteri akhirnya pak Jokowi menelepon Presiden Cina ... tak lama kemudian dapat kabar dari kepulauan Natuna ... armada Cina sudah hilang dari perairan kepulauan Natuna.
Pak Prabowo selaku Menteri Pertahanan sangat penasaran dengan hal ini, pada waktu salaman mau pulang dari istana negara karena sudah larut malam ... Pak Prabowo sambil cipika-cipiki sama Pak Presiden berbisik ...
Prabowo: 'Wi ... luh ngomong opo sama Xi Jin sampe dia tarik armadanya. Jokowi: Aahhhh 'Wo kamu mau tau aja ... cuman singkat aja gue bilang.
Prabowo: Bikin penasaran aja opo si 'Wi? Jokowi: Gue hanya bilang, "bro Xi Jin kalo armada Cina masih ada sampe subuh, besok pagi gue lantik si Susi Pudjiastuti jadi Menteri Pertahanan."
Wawancara seorang reporter (R) dengan seorang warga (W) ------------ R: Perkenalkan diri Anda! W: Saya Hasan.
R: Pak Hasan, berapa istri yang Anda miliki? W: Alhamdulillah, saya punya 4 istri.
R: Berdasarkan pengalaman Anda menikah dengan 4 istri, apa pesan Anda untuk kaum laki-laki? W: Saya sarankan kepada mereka untuk menikah dengan 3 atau 4 istri.
R: Kenapa? W: Karena, hidup dengan 4 istri itu seperti berurusan dengan perusahaan-perusahaan penerbangan dan komunikasi, sebab mereka itu selalu bersaing keras. Pelayanan mereka istimewa dengan harga yang masuk akal.
R: Pak Hasan, lalu apa pendapat Anda mengenai pria yang hanya memiliki 1 istri?
W: Sungguh, pria yang hanya memiliki 1 istri saja itu seperti orang yang berurusan dengan perusahaan listrik. Pelayanannya buruk, listrik sering padam, tapi tagihan selangit!.