Skip to main content

GITUAN vs ANU

HUMOR DULU

Kamu pernah Gituan enggak ...??

Gue bingung kenapa kalau kita ngomong kata Gituan yang terbayang pasti "Gituan" 😊😀.

Padahal Gituan itu apa sih ...?

Gituan kan bukan kata yang bersalah ..., kenapa enggak boleh diucapin ...?

Untuk menjaga nama baik kata Gituan coba kalau kita sepakati bahwa kata "gituan" itu artinya MAKAN ...

Jadi kan gini ...
"Aduh perut gue sakit nih, hari ini gue belum gituan ..." .
"Biar enggak lemas sebaiknya kita gituan  3 kali sehari ..."
Ingat ya Gituan itu artinya Makan.

Atau misalnya mau ngajak pasangan/pacarnya makan.

"Sayang entar malam kita gituan yuk. Aku tahu tempat paling enak buat gituan. Di kafe itu banyak orang pada gituan di sana.  Lagian harganya murah. Paling kalau kita gituan 2 kali bayarnya enggak sampai 100 ribu ....”

Jadi mulai sekarang kata Gituan itu artinya Makan.

Betapa indahnya selalu berpikir positif ...
Yaa nggak ... 😊😊😀😀

Satu lagi kata yang enggak bersalah yaitu kata Anu.
Sebenarnya Anu itu apa sih ...?

Kenapa kalau saya ngomong Anu yang kebayang pasti Anu.
Apa itu Anu ...?

Untuk menjaga nama baik kata Anu mari kita sepakati bahwa kata  Anu itu artinya KEPALA.

Jadi kan kalau orang omong kan jadi gini:

'Wah Anu kamu gede banget sih ..."  😊😀
"Kemarin katanya Anu kamu ke jedot pintu ya, coba sini aku periksa Anu kamu."

😊😊😀😀

Ingat ya Anu itu artinya Kepala looh yaaa ...

"Nanti kalau kamu naik motor Anu kamu pakai helm yaaa ..."
"Hei brooo ..., kok ada ketombe sih di Anu kamu ...?"
"Sayang ..., boleh enggak aku pegang Anu kamu ...?"

Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa kata Anu dan Gituan bukanlah kata yang jorok .... ☺
Selamat Gituan ya friends biar Anu-nya enggak nyut-nyutan ...

#Indahnya selalu berpikir POSITIF 😎😀👍...  ayo pada gituan dulu biar anunya enggak pusing.

WKWKWKWK

Comments

Popular posts from this blog

Tiket Promo Garuda Agustus 2017

Jalan-jalan saja yuk ... mumpung Garuda lagi promo gila-gilaan.

PROMO TIKET PESAWAT GARUDA dalam rangka 75 Tahun Garuda Indonesia dan HUT RI ke-72 yang akan berlangsung dari tanggal 17 s/d 31 Agustus 2017.

Untuk keberangkatan mulai tanggal 17 Agustus 2017 hingga 31 Agustus 2017.

Berikut rute dan harga promonya:
Jakarta – Jayapura, sebelumnya Rp895.000, menjadi Rp250.000Jakarta – Manado, sebelumnya Rp890.000 menjadi Rp225.000Jakarta – Ambon, sebelumnya Rp710.000 menjadi Rp 200.000Jakarta – Manokwari, sebelumnya 900.000 menjadi Rp300.000Jakarta – Makasar, sebelumnya Rp885.000 menjadi Rp260.000Jakarta – Medan, sebelumnya Rp825.000 menjadi Rp230.000Jakarta - Singapura, sebelumnya Rp1.050.000 menjadi Rp240.000Jakarta – Kualalumpur, sebelumnya Rp 975.000 menjadi Rp210.000Jakarta – Bangkok, sebelumnya Rp2.400.000 menjadi Rp350.000
* Syarat dan Ketentuan Berlaku:
Harga Tiket tidak termasuk Seat. Jadi di harap masing-masing penumpang bawa kursi sendiri-sendiri.Jangan Lupa Bawa Parasut. Turunnya Lomp…

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…

Unta Mogok dan Perawat

Seorang pria Arab sedang membujuk seekor unta jantannya yang sedang mogok dan duduk di jalanan sehingga membuat kendaraan di belakangnya antri panjang alias macet.

"Ayo dong manis ... berdiri ... jalanan jadi macet gara-gara kamu duduk di tengah jalan." bujuknya. Tapi si unta tetap saja cuek. Dia tidak beranjak sedikit pun, sementara suara-suara klakson mobil makin bising saja.

"Aduh ... ayo dong sayang ... kamu duduknya di pinggir jalan saja." rayunya, tetap saja nihil. Lalu ada seorang gadis yang turun dari salah satu kendaraan yang macet itu dan menghampiri pria dan untanya.

"Untanya kenapa, Pak?" tanya si gadis.

"Ini ... unta saya tidak mau berdiri ... huh! Menyusahkan saja."

Si gadis mengangguk, "Kebetulan saya seorang perawat. Coba saya periksa unta bapak." kata si gadis menghampiri unta itu.

Gadis itu berjongkok dan meraba-raba unta itu dari kepala sampai badan atasnya. Kemudian dia mulai meraba-raba bagian bawah badan unta.

Kontan saj…