Skip to main content

Suara Aneh yang Tak Pernah di Dengar

Seorang pria di Cina sedang berlibur, ketika mendadak mobil yang dikendarainya mogok persis di depan kuil Shaolin.

Dia mengetok pintu kuil dan berkata, "Mobilku rusak, apa boleh aku menginap di sini semalam?"

Kepala Biksu menerimanya masuk dan memperbolehkan dia menginap, bahkan biksu-biksu Shaolin juga memberi dia makan dan memperbaiki mobilnya.

Malam itu, ketika akan tidur, si pria mendengar suara yang aneh ... suara yang tak pernah dia dengar sebelumnya. Merdu dan menghanyutkan, seakan suara surgawi ... malam itu dia tak dapat tidur karenanya.

Esoknya, dia bertanya kepada seorang biksu, apa suara yang didengarnya itu. Dan si biksu menjawab: "Kami tak bisa memberitahumu, karena kamu bukan seorang biksu!"

Dia memohon penjelasan berulang kali, tapi tetap ditolak.

Si pria terpaksa pergi dengan kecewa.
Bertahun-tahun kemudian, setelah tidak mampu melupakan suara itu, pria itu kembali ke kuil dan memohon lagi.

Tapi biksu menjawab, "Kami tak bisa memberitahumu, sebab kamu bukan seorang biksu."

Pria itu menjawab, "Kalau satu-satunya cara untuk mengetahui apa sumber suara itu adalah menjadi biksu, maka tolong, jadikan aku seorang biksu."

Si biksu menjawab, "Kamu musti berkelana menjelajah bumi, dan kemudian beritahu kami ada berapa banyak batang rumput di dunia dan berapa banyak jumlah pasir di dunia. Ketika kau menemukan jawabannya, kami akan terima kamu sebagai seorang biksu di sini."

Si pria pun memulai pengembaraan, 20 tahun kemudian dia kembali, dengan rambut sudah memutih semuanya.

"Suhu, saya sudah tau jawabannya. Secara desain Ilahi, bumi selalu dalam kondisi berubah terus menerus, hanya Tuhan yang tau jawaban dari pertanyaan yang kau tanyakan.
Semua manusia hanya bisa mengetahui tentang dirinya sendiri, dan itu pun cuma bisa kalau yang bersangkutan jujur, instrospektif, dan bersedia menyingkirkan segala kemunafikan."

Biksu menjawab: "Selamat, Anda sekarang resmi menjadi biksu. Kami akan menunjukkan padamu jalan ke misteri suara suci yang kau cari."

Kemudian dia dibawa ke sebuah pintu kayu.

"Suaranya berasal dari balik pintu itu," kata Biksu sambil menyerahkan kunci.

Dia membuka pintu kayu itu, ternyata di balik pintu kayu itu ada pintu dari batu. Kembali biksu memberi kunci untuk pintu batu tersebut dan ketika dia membukanya, ternyata di balik pintu batu itu, ada pintu yang terbuat dari ruby. Berturut-turut setelah membuka pintu ruby, ada pintu dari jamrud, mutiara, dan intan.

Terakhir dia sampai ke pintu yang terbuat dari emas. Suara surgawi yang dia cari sudah terdengar jelas.

Biksu menyerahkan kunci emas sambil berkata, "Ini pintu terakhir, jawaban yang kau cari ada di balik pintu ini."

Dengan tangan gemetar, si pria membuka kunci pintu emas, dan perlahan membuka pintu itu. Begitu melihat sumber suara yang dicarinya berpuluh tahun ini, pesona dari apa yang dia lihat membuatnya tak kuasa berdiri, dia jatuh berlutut.

apa yang dia lihat

sampai jatuh

berlutut

dan menangis

tersedu sedih

Tapi tentunya, saya tak bisa menceritakan apa yang dia lihat.

Karena di grup ini semua bukan biksu.
Maaf ya ....

🙏🙏🙏🙏🙏

Comments

Popular posts from this blog

Gara-Gara Hartati Tak Paham Bahasa Turki

Hartati adalah seorang gadis desa yang cantik dan seksi ...
Dia dinikahi orang Turki dan diboyong ke negaranya.

Masalah muncul karena Hartati tidak paham bahasa Turki.

Suatu saat Hartati pergi ke pasar untuk beli daging kaki sapi.

Karena tidak bisa bahasa Turki, Hartati angkat rok dan menunjukan kakinya. Untunglah pedagangnya mengerti, dan Hartati dapat kaki sapi hari itu. 😉

Esoknya Hartati datang lagi untuk beli paha ayam.

Tanpa buang waktu Hartati mengangkat rok dan menunjukkan pahanya.
Pedagang ayam juga mengerti dan Hartati pun pulang dengan paha ayam. 😬

Esoknya lagi, Hartati ingin beli pisang ... cari yang panjang dan besar, lalu diajaklah suaminya ke pasar ...

Dan tahukah apa yang terjadi ...???

😱😱😱
.
.















Enggak usah mikir yg aneh-aneh!! ...

Suaminya kan pinter bahasa Turki. 😜

"selamat pagi all teman"

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…