Skip to main content

Jangan Tidur Pas Azan Isya

Semalam ada cerita yang mengerikan ...

note:
- untuk semua para ibu-ibu hati-hati jangan langsung tidur pas azan isya. soalnya ada cerita mengerikan yang dialami wanita/seorang istri yang tidur habis isya.

Seorang wanita bercerita:

Saking kecapeannya kemarin setelah bersih-bersih di akhir pekan, habis magrib tak kuasa menahan kantuk, aku tertidur.

Dalam tidur, aku bermimpi mendengar suara:

MAN ROBBUKA?
MAN ROBBUKA?

Aku kaget luar biasa, dadaku sesak, napasku tersengal, seluruh badanku lemah dan lemas tak berdaya,dalam hati aku bertanya-tanya, inikah yang disebut kematian?

Ya Allah ... berarti aku tak punya kesempatan lagi untuk bertobat, mana belum salat isya saat tertidur tadi. 😭😭😭

Akhirnya dengan sekuat tenaga meski dadaku terasa sangat berat, aku paksakan untuk membuka mataku.

TERNYATA suamiku sudah ada di atasku sambil berbisik lembut berkali-kali:

MAH ROK BUKA!!!
MAH ROK BUKA!!!

Aku kira malaikat yang bertanya
MAN ROBBUKA?

😇😀😀😛😛

Comments

Popular posts from this blog

Gara-Gara Hartati Tak Paham Bahasa Turki

Hartati adalah seorang gadis desa yang cantik dan seksi ...
Dia dinikahi orang Turki dan diboyong ke negaranya.

Masalah muncul karena Hartati tidak paham bahasa Turki.

Suatu saat Hartati pergi ke pasar untuk beli daging kaki sapi.

Karena tidak bisa bahasa Turki, Hartati angkat rok dan menunjukan kakinya. Untunglah pedagangnya mengerti, dan Hartati dapat kaki sapi hari itu. 😉

Esoknya Hartati datang lagi untuk beli paha ayam.

Tanpa buang waktu Hartati mengangkat rok dan menunjukkan pahanya.
Pedagang ayam juga mengerti dan Hartati pun pulang dengan paha ayam. 😬

Esoknya lagi, Hartati ingin beli pisang ... cari yang panjang dan besar, lalu diajaklah suaminya ke pasar ...

Dan tahukah apa yang terjadi ...???

😱😱😱
.
.















Enggak usah mikir yg aneh-aneh!! ...

Suaminya kan pinter bahasa Turki. 😜

"selamat pagi all teman"

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…