Skip to main content

Mau Tahu Kenapa NKRI Tidak Maju-Maju?

MAU TAHU yang DIHADAPI BANGSA???

Kenapa sih NKRI "tidak maju-maju" meski sudah 70 tahun Mahardika.

Mau tahu jawabannya?

Sebagai berikut, berdasarkan data BPS:
  • jumlah penduduk Indonesia 237 juta jiwa, 104 juta nya para Pensiunan. yang kerja cuma 133 juta jiwa ... (237-104=133)
  • jumlah pelajar dan mahasiswa 85 juta jiwa, yang kerja tinggal 48 juta ... (133-85=48)
  • yang menjadi PNS 29 juta jiwa, yang kerja tinggal 19 juta ... (48-29=19)
  • yang menjadi TNI dan Polisi 4 juta jiwa, yang kerja tinggal 15 juta ... (19-4=15)
  • yang kerja di pemda dan departemen jumlahnya 14,8 juta. Jadi sisanya tinggal 200 ribu jiwa.
  • yang sakit dan dirawat di RS seluruh Indonesia 188 ribu jiwa, jadi sisa 12 ribu jiwa.
  • yang di Penjara 11.998 orang, jadi sisanya 2 orang.

JADI yang masih kerja ya ... hanya ANDA dan SAYA.

Sedangkan ANDA lagi main WA, BB, Catfiz, dan baca humor ini ... JADI tinggal SAYA sendiri yang kerja 😄

Wasalam 😄

Comments

Popular posts from this blog

Gara-Gara Hartati Tak Paham Bahasa Turki

Hartati adalah seorang gadis desa yang cantik dan seksi ...
Dia dinikahi orang Turki dan diboyong ke negaranya.

Masalah muncul karena Hartati tidak paham bahasa Turki.

Suatu saat Hartati pergi ke pasar untuk beli daging kaki sapi.

Karena tidak bisa bahasa Turki, Hartati angkat rok dan menunjukan kakinya. Untunglah pedagangnya mengerti, dan Hartati dapat kaki sapi hari itu. 😉

Esoknya Hartati datang lagi untuk beli paha ayam.

Tanpa buang waktu Hartati mengangkat rok dan menunjukkan pahanya.
Pedagang ayam juga mengerti dan Hartati pun pulang dengan paha ayam. 😬

Esoknya lagi, Hartati ingin beli pisang ... cari yang panjang dan besar, lalu diajaklah suaminya ke pasar ...

Dan tahukah apa yang terjadi ...???

😱😱😱
.
.















Enggak usah mikir yg aneh-aneh!! ...

Suaminya kan pinter bahasa Turki. 😜

"selamat pagi all teman"

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…