Skip to main content

Filosofi Bugis

BELAJARLAH KEPEMIMPINAN DARI ALAT VITAL LAKI-LAKI (Maaf balas kiriman dari bp Mujiharto)👏👏👏

Prof. ANAS, pakar manajemen Universitas Indonesia (Jurusan Psikologi Anatomis) berkata: Jika ingin menjadi pemimpin yang baik dan sukses, maka belajarlah dari Alat Vital Laki-laki:

1) Tidak pernah menonjolkan diri, tapi selalu tampil paling depan saat dibutuhkan.

2) Ada saatnya keras, ada pula saatnya lembut (menahan diri - tahu situasi).

3) Dapat melahirkan generasi penerus baru.

4). Bisa "menyerang" pihak lawan dengan tetap memberi kenyamanan.

5). Walau terjadi gesekan-gesekan antara kedua belah pihak, namun pada akhirnya semua bahagia.

6). Setelah sukses mencapai target, posisi, dan kedudukan tidak berbesar kepala atau sombong. Namun selalu mengecilkan diri ...

SEMOGA BERMANFAAT. 😃😃😅

Comments

Popular posts from this blog

Gara-Gara Hartati Tak Paham Bahasa Turki

Hartati adalah seorang gadis desa yang cantik dan seksi ...
Dia dinikahi orang Turki dan diboyong ke negaranya.

Masalah muncul karena Hartati tidak paham bahasa Turki.

Suatu saat Hartati pergi ke pasar untuk beli daging kaki sapi.

Karena tidak bisa bahasa Turki, Hartati angkat rok dan menunjukan kakinya. Untunglah pedagangnya mengerti, dan Hartati dapat kaki sapi hari itu. 😉

Esoknya Hartati datang lagi untuk beli paha ayam.

Tanpa buang waktu Hartati mengangkat rok dan menunjukkan pahanya.
Pedagang ayam juga mengerti dan Hartati pun pulang dengan paha ayam. 😬

Esoknya lagi, Hartati ingin beli pisang ... cari yang panjang dan besar, lalu diajaklah suaminya ke pasar ...

Dan tahukah apa yang terjadi ...???

😱😱😱
.
.















Enggak usah mikir yg aneh-aneh!! ...

Suaminya kan pinter bahasa Turki. 😜

"selamat pagi all teman"

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…