Skip to main content

REUNI

Pernahkah Anda merasa menyesal ketika melihat orang seusia Anda dalam hati anda berpikir, "pasti saya tidak terlihat setua itu."

Baiklah.. ini adalah apa yang dialami seorang wanita bernama Archana

"Nama saya Archana, ketika itu saya sedang duduk di ruang tunggu dokter gigiku yang baru."

Saya lihat papan di dinding tertulis sebuah nama, lengkap dengan sederet gelar spesialisasinya.

Tiba-tiba saya ingat sekitar 25 tahun yang lalu, di kelas sekolah menengahku, ada anak laki-laki tinggi semampai, tampan, berambut gelap, yang namanya persis sama dengan nama dokter itu.

Mungkinkah dokter ini adalah anak itu, yang dahulu diam-diam aku pernah naksir padanya?

Namun setelah saya perhatikan dia, saya segera membuang pikiran itu. Tidak mungkin pria botak, gendut, berambut kelabu, dengan wajah melorot itu adalah dia? Bukan, orang ini terlalu tua untuk menjadi teman sekelasku.

Setelah dia selesai memeriksa gigi saya, iseng saya tanya, apakah dia pernah sekolah di St. Xavier.

"Ya. Ya, saya pernah sekolah di situ." dia menjawab dengan bangga.

"Kapan kamu lulus?" Saya bertanya lagi.

"Pada tahun 1987", jawabnya. "Mengapa ibu bertanya?"

"Berarti kamu ada di kelasku!", setengah berteriak saya berseru.

Dia menatapku dari dekat.

Kemudian si gendut, tuwek, jompo, jelek, botak, si wajah melorot, si rambut ubanan, si idiot itu malah bertanya padaku,

"Ibu dahulu mengajar apa ya?" ☹😲😠

Comments

Popular posts from this blog

Gara-Gara Hartati Tak Paham Bahasa Turki

Hartati adalah seorang gadis desa yang cantik dan seksi ...
Dia dinikahi orang Turki dan diboyong ke negaranya.

Masalah muncul karena Hartati tidak paham bahasa Turki.

Suatu saat Hartati pergi ke pasar untuk beli daging kaki sapi.

Karena tidak bisa bahasa Turki, Hartati angkat rok dan menunjukan kakinya. Untunglah pedagangnya mengerti, dan Hartati dapat kaki sapi hari itu. 😉

Esoknya Hartati datang lagi untuk beli paha ayam.

Tanpa buang waktu Hartati mengangkat rok dan menunjukkan pahanya.
Pedagang ayam juga mengerti dan Hartati pun pulang dengan paha ayam. 😬

Esoknya lagi, Hartati ingin beli pisang ... cari yang panjang dan besar, lalu diajaklah suaminya ke pasar ...

Dan tahukah apa yang terjadi ...???

😱😱😱
.
.















Enggak usah mikir yg aneh-aneh!! ...

Suaminya kan pinter bahasa Turki. 😜

"selamat pagi all teman"

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…