Skip to main content

Tentara Amerika Terdampar di Gurun Sahara

Ada 2 orang tentara Amerika yang beragama Kristen yang terdampar di Gurun Sahara, yang satu bernama George, yang satunya lagi Michael. Mereka hampir mati kelaparan, tiba-tiba mereka melihat ada mata air dan ada sebuah masjid di tengahnya.

Michael berkata: “Hei, kita harus berpura-pura jadi orang muslim, kalau tidak mereka akan mengusir kita.

Saya akan mengganti nama saya jadi ‘Hamid’. ”

George tidak mau mengganti namanya ...

George berkata: ”Nama saya George, dan saya tidak mau berpura-pura jadi orang lain. Saya tetap ‘George’. ”

Imam dari masjid itu menerima mereka berdua dengan senang hati, dan menanyakan nama mereka.

Michael: “Nama saya Hamid”

George: “Nama saya George”

Imam lantas memanggil pembantunya dan berkata:

“Tolong bawakan makanan dan minuman hanya untuk George saja”.

Dan dia menoleh pada yang satu: “Hamid, mudah-mudahan Anda masih ingat, kalau sekarang lagi bulan puasa” …  😅

Comments

Popular posts from this blog

Gara-Gara Hartati Tak Paham Bahasa Turki

Hartati adalah seorang gadis desa yang cantik dan seksi ...
Dia dinikahi orang Turki dan diboyong ke negaranya.

Masalah muncul karena Hartati tidak paham bahasa Turki.

Suatu saat Hartati pergi ke pasar untuk beli daging kaki sapi.

Karena tidak bisa bahasa Turki, Hartati angkat rok dan menunjukan kakinya. Untunglah pedagangnya mengerti, dan Hartati dapat kaki sapi hari itu. 😉

Esoknya Hartati datang lagi untuk beli paha ayam.

Tanpa buang waktu Hartati mengangkat rok dan menunjukkan pahanya.
Pedagang ayam juga mengerti dan Hartati pun pulang dengan paha ayam. 😬

Esoknya lagi, Hartati ingin beli pisang ... cari yang panjang dan besar, lalu diajaklah suaminya ke pasar ...

Dan tahukah apa yang terjadi ...???

😱😱😱
.
.















Enggak usah mikir yg aneh-aneh!! ...

Suaminya kan pinter bahasa Turki. 😜

"selamat pagi all teman"

Kado Kutang Si Mbah

Mbah lanang Bejo pengen ngrayakke ulang tahun mbah wedok. Budal numpak andong niate tuku kado, karo mikir "Enake tak tukokno opo yo?"

Persis neng sebelahe, ono bocah wedok sing lagi moco iklan kutang. "Nahh ... ikiii ... wis yen ngono tak tukokno kutang wae ah," pikire mbah Jo.

Tekan pasar, mbah Jo mlebu toko khusus jeroane wong wedok; kutang, cawet do gemlantungan warno-warni.

Pelayan toko takon: "Golek nopo Mbah?"

Si Mbah: "Golek kutang Nduk, dinggo ultah bojoku."

Pelayan (karo mesam-mesem): "Ngangge ukuran pinten Mbah, garwonipun?"

Si mbah: "Nah kui Nduk masalahe, aku mung tau-ne nyekel-nyekel wae, yen ukurane ra weruh."

Pelayan (karo ngempet ngguyu)  ora kurang akal: "Coba dieling-eling nggih Mbah, nopo sak jeruk bali?"

Si mbah: "Huwiiikk?! Gedhee men to nduk ... ora nganti semono."

Pelayan: "Sak apel malang Mbah?"

Si mbah: " Naa ... kurang cilik sithik."

Pelayan: "Sak endog bebek Mbah?&q…